Kamis, 08 Oktober 2020

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

 BAB 1 

WISAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN 

A. Hakikat dan Karakteristik Kewirausahaan

    Wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mengatur, mengembangkan, dan mengorganisasi bisnis serta mampu menangung segala bentuk risiko yang terdapat dalam bisnis atau usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu hasil atau keuntungan.
1. Pengertian Kewirausahawan
    Secara Estimologis, Kewirausahaan berasal dari kata Wira dan Usaha. Wira Memiliki arti Pahlawan, Pejuang, Teladan, Manusia unggul, Berani, Berwatak agung, dan juga Gagah. dengan demikian wirausaha dapat diartikan Pejuang atau Pahlawan yang melakukan atau berbuat sesuatu.
    Kewirausahawan Merupakan suatu sikap mental yang mempunyai Kreativitas,aktif,dan juga mampu bercipta daya guna membuat suatu hal yang baru dan unik, serta bermanfaat bagi banyak orang.

2. Karakteristik Kewirausahaan
        Pada dasarnya terdiri dari ciri-ciri, sifat, sikap, dan prilaku wirausaha dari seorang Wirausaha, serta karakteristik Wirausahawan. 
a. Ciri umum Kewirausahaan
  • Mempunyai Kreativitas yang tinggi.
  • Mempunyai motif berprestasi yang tinggi
  • Mempunyai sifat inovasi yang tinggi 
  • Mempunyai Prespektif Kedepan
  • Mempunyai Tanggung jawab yang baik
b. Sifat-sifat Seorang Wirausaha
  • Mempunyai Sifat yang mandiri,optimis,dan individualitas
  • Mempunyai Kemampuan dalam mengambil sebagai risiko dan suka terdahap hal yang baru dan tantangan 
  • Mempunyai suatu inovasi dan juga Kreatifitas yang tinggi, fleksibel, serta memiliki jaringan bisnis yang luas 
  • Mempunyai Pola pandang dan juga persepsi yang berorientasi pada masa depan 
  • Mempunyai keyakinan jika hidup itu sama dengan kerja keras 
c. Sikap Wirausaha
  • Disiplin
  • Komitmen Tinggi
  • Jujur
  • Kreatif dan Inovatif
  • Mandiri
  • Realitas
d. Prilaku Wirausaha
         Pada dasarnya, seorang wirausahawan sering diindetikan dengan desainer inovator yang mampu menciptakan dan membangun ide baru yang kemudian diimplementasikan dalam berbagai bentuk usaha. Menurut ahli politik, Roibert Reichmejelaskan jika kememimpinan, serta kemampuan dalam, membangun tim adalah kualitas dasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
       Berikuerilaku yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan :
1. Persepsi terhadap ketidakpastian dan menerima risiko.
2. Merancang dan menerapkan strategi
3. Membentuk jaringan yang menghubungkan antara aspek individu dengan peluang usaha
4. Kepemimpinan 
5. Keorisinilan 
6. Pandai berkomunikasi

e. Karakteristik seorang wirausaha berhasil
        Pada dasarnya wirausahawan yang berhasil atau sukses harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Motif berprestasi 
2. Perspektif ke depan 
3. Kreativitas tinggi
4. Perilaku inovasi tinggi
5. Selalu mencari peluang

1. Jenis- jenis Kewirausahaan
     Kewirausahaan memiliki beberapa jenis. Menurut pendapat Stave Blank wirausaha dibagi menjadi   
beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
a). Kewirausahaan bisnis kecil 
    Perlu di ketahui jika kewirausahaan dengan usaha yang kecil harus dijalankan dengan telaten dan bertahap, serta hati-hati. Hal tersebut dilakukan agar usaha tidak layu sebelum berkembang.
b). Usaha rintisan yang berkembang 
    Pada jenis wirausaha rintisan berkembang, seorang pengusaha harus tahu jika usaha yang djalankan suatu saat akan mengubah wajah  dari dunia. Tugas dari pekerja tersebut yaitu untuk terus membuat suatu inovasi yang baru. 
c). Usaha besar
    Pada dasarnya usaha besar memiliki siklus hidup yang terbilang terbatas. Usaha besar akan tetap selalu berkembang selama usaha tersebut melalukan berbagai bentuk inovasi, menawarkan produk yang bervariasi.
d). Kewirausahaan sosial
        wirausaha sosial merupakan investor yang menciptakan suatu produk baik barang dan jasa yang mampu memenuhi kebutuhan sosial. 

2. Manfaat Wirausaha 
a. Kebebasan finansial 
    Kebabasan finansial adalah hal yang paling didambakan oleh semua orang. Sehingga dengan menjadi seorang wirausaha akan membuka keselamatan yang terbuka dan sangat lebar.
b. Kebebasan Waktu
    Seorang wirausaha atau bisnis denagn tepat dan sudah berhasil dalam membangun sistem "auto pilot" dalam bisnis, akan kebebasan waktu akan dimiliki oleh seorang wirausahawan.
c. Membuka lapangan kerja 
    Jika kita melakukan kegiatan wirausaha atau bisnis yang sudah maju dan berkembang pastinya akan membutuhkan karyawan atau pekerja, sehingga akan membantu mengurangi pengangguran.
d. Kemandirian 
    Dengan menjadi seorang wirausahawan seluruh aktivitas baik hasil ataupun riskonya berada ditangan seorang wirausahawan.
e. Sarana mewujudkan ide yang ekstrem
    Sebagai seorang wirausahawan kita dapat menyampaikan dan mengimplementasikan ide-ide yang kita miliki dalam usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.
f. Solusi antin PHK
    Sebagai seorang wirausahawan tentu saja kita tidak perlu khawatir dengan  adanya PHK, kecuali tentu saja kita melalukan  PHK diri sendiri.
g. Kesempatan yang luas 
    Dengan pertumbuhan penduduk di negara Indonesia pada tahunnya makin meningkat, maka peluang untuk melakukan  usaha akan makin luas dan besar.
h. Untuk semua orang dan bisa dipelajari
    Kegiatan wirausaha pada dasarnya tidak identik dengan suatu suku atau ras tertentu. Dimana ada sebuah kemauan untuk berusaha, maka disitu akan terbuka jalan yang selebar-lebarnya

3. Sumber Pendanaan dalam Praktik Kewirausahaan 
        Terdapat jenis-jenis sumber pendanaan dalan praktik kewirausahaan  sebagai berikut :
a. Metode Bootstrapping
    Bootstrapping merupakan salah satu bentuk metode dimana seorang wirausahawan berusaha untuk mengurangi adanya utang dan pendanaan modal kepada pihak luar,seperti investor dan bank. Di era sekarang ini banyak berbagai jenis usaha yang menjadi usaha raksasa berkat menggunakan Metod Bootstrapping, misalnya Dell dan Facebook.
Berikut merupakan ide-ide yang dapat diterapkan dalam penggunaan metode bootstrapping dalam usaha :
  • Bootstrapping with crowdfunding
  • Bootstrapping with cerdit cards 
  • Bootstrapping with intems
b. Pendanaan Eksternal 
         Berikut adalah jenis-jenis pendanaan yang berasal luar yang dapat digunakan untuk membiayai perusahaan.
  • Investor malaikat
  • Venture Cpitalist
  • Pengelola investasi global/hedge fund
4. Proses Kewirausahaan 
    a. Tahap memulai
    b. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap jalan
    c. Mempertahankan usaha
    d. Mengembangkan usaha

5. Imbalan dalam Wirausaha 
    a. Imbalan berupa laba
    b. Imbalan berupa kebebasan
    c. Imbalan berupa kepuasaan dalam menjalani hidup 

6. Penyebab gagalnya kegiatan wirausaha
    a. Tidak kompeten dalam menejerial 
    b. Kurang berpengalaman 
    c. Kurang dapat mengendalikan keuangan
    d. Gagal dalam perencanaan 
    e. Lokasi yang kurang memadai
    f. Kurangnya pengawasan peralatan
    g. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
    f. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan / transisi kerirausahaan 

7. Tips menentukan alternatif pilihan dalam berwirausaha
  • Cita-cita
  • Underpressure
  • Pengembangan produk yang suda ada
  • Prospek pasar  









BAB II
ANALISIS PELUANG USAHA DAN PERENCANAAN PRODUK USAHA

 

.A.  Analisis Peluang dan Risiko Usaha

Peluang Usaha senantiasa tersebar luas dan akan selalu ada dimanapun. Namun setiap peluang usaha memiliki prospek masing masing dan juga memiliki berbagai risiko masing-masing. Dapat dikatakan jika peluang usaha dan risiko usaha selalu memiliki keterkaitan yang erat.

1. Peluang Usaha

    Pada dasarnya pemanfaatan peluang usaha dengan baik dapat dijadikan sebagai modal utama dari seorang pengusaha. Setiap keahlian dan kesempatan sangat menentukan sebuah kesuksesan sesorang dalam kegiatan wirausaha.

a. Pengertian peluang usaha

Secara etimologis peluang usaha terdiri dari dua kata yaitu peluang dan usaha. Dalam bahasa inggris peluang disebut dengan opportunity yang memiliki arti kesempatan.

b. Sumber peluang usaha

Dalam membuat usaha tentu ada sumber-sumber pendukungnya.

c.  Ciri-ciri peluang usaha yang baik dan potensial

  1. Ciri-ciri peluang usaha yang baik

  •   Peluang tersebut asli/orisinil

  • Peluang tersebut harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dipasar

  •  Terdapat keyakinan bisa mewujudkannya

  • Peluang tersebut harus sesuai dengan keinginan

  •  Kelayakan usahanya sudah teruji

     2. Ciri-ciri peluang usaha potensial

  • Memiliki nilai jual

  • Bukan sekedar ambisi, akan tetapi sifatnya rill

  •  Dapat bertahan lama dan berkelanjutan

  • Bukan sekedar bisnis musiman

  •  Skala usaha bisa diperbesar

  •  Modal memulainya tidak terlalu besar


a. Faktor yang dapat memengaruhi munculnya inspirasi peluang usaha
  • Faktor yang berasal dari dalam/diri sendiri (faktor internal)
  •  Faktor yang berasal dari luar (Faktor Eksternal)
b. Unsur-unsur dalam peluang usaha
  •   Pengamatan pasar
  •   Membuat inovasi baru
  •   Sesuai keahlian
  •   Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
  •  Memanfaatkan koneksi atau relasi
  •  Mengamati trend usaha
  • Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada
  • Pemanfaatan produk dari perusahaan lain
  • Usaha warisan
  •  Ikut-ikutan
  • Coba-coba
1.  Risiko Usaha
Risiko Usaha adalah naik turunya suatu kegiatan usaha yang terjadi dikarenakanadanya ketidakpastian. Terdapat berbagai cara atau upaya yang dapat digunakan untuk mengurangi berbagai risiko usaha.
a.  Jenis-jenis Risiko
  •  Risiko murni
Adalah jenis risiko yang mampu memnyebabkan adanya kerugian dan tidak akan mungkin menimbulkan suatu keuntungan.
  •  Risiko spekulatif
Adalah jenis risiko yang diambil dengan sengaja atau secara sadar oleh seseorang      wirausaha dan memiliki dua kemungkinan yaitu mendapatkan keuntungan atau mendapatkan kerugian.
Dengan demikian cara yang efektif dan efisien dalam menghadapi risiko usaha yaitu dengan cara mengenali dan memahami mengenai risiko usaha.
  •  Risiko Produksi
  • Risiko Pemasaran
  •  Risiko sumber daya manusia
  • Risiko finansial
  • Risiko lingkungan
  •  Risiko terknologi
  • Risiko permintaan pasar
  • Risiko perbaikan
  •  Risiko kerja sama
  •  Risiko peraturan pemerintahan
  •  Risiko pengembangan aset

b.  Risiko wirausaha
Sebagai wirausaha saat akan memulai kegiatan usahaanya pada umumnya akan menghadapi risiko yang besar. Terdapat tiga penyebab yang menjadi kegagalan bisnis yaitu sebagai berikut:
  • Mereka masuk kedalam bisnis terlalu cepat
  •  Mereka kehabisan uang
  •  Kegagalan perencanaan 

c.   Mengatasi Risiko Usaha
Salah satu ciri dari seorang wirausaha yaitu berani dalam mengambil risiko. Berani keluar dari zona nyaman dan masuk dalam zona baru yang penuh dengan ketidakpastian, sehingga sebagai pengusaha atau pembisnis bukanlah hal yang mudah karena diperlukan keberanian dan strategi yang matang.
  • Lakukan pengamatan mengenai hambatan-hambatan yang muncul ditengah perjalanan usaha atau pembisnis yang baru dijalani.
  • Sebagai wirausaha harus mampu memilih peluang bisnis sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki.
  • Sebagai wirausaha carilah berbagai informasi mengenai kunci keberhasilan dari bisnis yang sedang dijalankan.
  •  Sebagai wirausaha usahaaan modal yang digunakan sesuai dengan risiko yang tidak diinginkan.
  •   Sebagai pelaku usaha harus memiliki kretifitas dan keteguhan hati.
  •  Carilah berbagai informasi mengenai prospek dari usaha atau bisnis yang paling baik sebelum menjalankan sesuatu yan g dipilih.
  • Lakukan pengamatan mengenai kebutuhan masyarakat yang paling banyak digunakan.

d.  Manajemen risiko usaha
Guna dapat mengatasi risiko usaha perlu adanya sebuah strategi yang tertata dengan baik. Berikut adalah empat langkah mudah memanajemen risiko usaha .
  •  Identifikasi risiko
  • Ranking berdasar kerugian
  •  Kontrol risiko
  • Monitoring dan review
 e.   Manfaat melakukan analisis dan manajemen risiko bisnis
  •   Sebagai bahan evaluasi dan keputusan usaha
  •    Peningkatan produktifitas dan keuntungan
  •   Memudahkan estimitasi biaya
  •  Bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan

3. Analisis Peluang Usaha
hal tersebut dilakukan untuk melihat peluang tersebut apakah mampu digunakan untuk sebuah usaha dan berapakah banyak risiko usaha yang ada dalam usaha tersebut.

a. pengertian analisis SWOT
SWOT merupakan singkatan strengths(peluang), dan threats(ancaman), swot merupakan salah satu model yang digunakan dalam menganalisis suatu organisasi yang bereorientasi pada profit atau nonprofit yang memiliki tujuan untuk mengetahui keadaan organisasi atau perusahaan tersebut dengan lebih komprehensif.
  • Strenght (S)
  • Weaknesses (W)
  • Opportunity (O)
  • Threats (T)
b. Fungsi SWOT
  • Memasuki sebuah industri yang baru.
  • memutuskan peluncuranj produk baru
  • menganalisis posisi dari perusahaan pada peta persaingan usaha dalam kurun waktu tertentu
  • melihat sejauh mana kelemahan dan kekuatan dari perusahaan
  • membuat suatu keputusan saat mencegah masalah yang memiliki kaitan dengan peluang dan ancaman yang muncul dalam suatu usaha.
c. faktor internal dan eksternal dalam analisis SWOT
  • faktor internal
          Faktor internal meliputi segala hal mengenai manajemen fungsional, keuangan, pemasaran,                    operasi sumber daya manusia, penelitian dan pegembangan, budaya perusahaan, dan informasi                manajemen.
  • Faktor eksternal
            faktor ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and thereats (O and T) 
  

d. Contoh penerapan analisis SWOT
Berikut adalah contoh dari penerapan analisis SWOT dalam beberapa usaha
  • Usaha Rumahan
  • Usaha Batik

e. masalah dari solusi dalam menganalisis peluang usaha
dalam melakukan usaha, terkadang anda menemui berbagai masalah. masalah yang datang dapat terjadi karena kesalahan pebisnis maupun dari lingkungan.
1. masalah dalam mencari peluang usaha
  • kurangnya objektivitas
  • kurangnya kedekatan dengan pasar 
  • pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
  • diabaikannya kebutuhan finansial
  • kurangnya difresensi produk
  • pemahaman hukum yang tidak memadai
  • modal
  • menunda bisnis
  • gagal melakukan marketing yang jitu

2. solusi memecahkan masalah peluang usaha
  • mempertahankan sikap objektifitas dan selalu mencari gagasan bagi produk dan jasa
  • dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
  • memahami persyaratan teknis dari produk
  • menelusuri secara mendetai kebutuhan finansial bagi pengembangan produksi
  • mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk dan jasa

B. Perencanaan Produk Usaha
sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk.
1. Pengertian perencanaan produk
merupakan salah satu proses untuk menciptakan ide produk dan menindaklanjuti produk kepasar.
2. tujuan dan fungsi perencanaan produk
a. tujuan perencanaan produk usaha
  • memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen
  • meminimalkan biaya produksi
  • memaksimalkan laba atau keuntungan
  • meminimalkan adanya perubahan dalam nilai produksi
  • meminimalkan adanya perubahan dalam tingkat tenaga kerja
  • memaksimalkan pemanfaatan alat dan perlengkapan produksi
b. fungsi perencanaan produk usaha
  • menjamin agar rencana penjualan dan rencana produksi tetap konstisten pada rencana awal dari suatu usaha
  • dijadikan sebagai alat ukur performansi proses produksi
  • memonitor agar kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi
  • mengarahkan proses penyusunan dan pelaksanaan jadwal produksi.

3. proses perencanaan produk usaha
sebagai wirausahawan kita harus melakukan proses perenanaan produk sebelum melakukan proses produksi. 
a. Idea generation
b. product screening
c. tahapan penyaringan ide/screening check list
d. concept testing
e. business analysis
f. product development
g. tets marketing







BAB III
ADMINISTRASI DALAM PENGELOLAAN USAHA

A.       A.      Administrasi Usaha

Administrasi mengandung arti sempit yaitu sebagai ketatausahaan yang dapat diartikan sebagai suatu kegiatan penyusunan berbagai bentuk keterangan secara sistematis dan pencatatatan seluruh kegiatan yang diperlukan dengan maksud untuk memperoleh ikhtisar tentang keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungan satu dengan lainnya. Dengan demikian Administrasi adalah kegiatan tulis-menulis,menyimpan keterangan dan mengirim. Secara umum kata administrasi dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk melayani, membantu, mengarahkan, serta mengatur seluruh kegiatan dari perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan dengan efisien dan secara tertib.

1.       Pengertian Administrasi Usaha

Berikut adalah pengertian administrasi dari beberapa para ahli :

a.       George R. Terry

Menurut pendapat George R. Terry, Administrasi adalah kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksakannya agar dapat mecapai tujuan yang telah ditetapkan.

b.      Arthur Grager

Menurut pendapat Arthur Grager, Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.

c.       Sondang P. Siagian

Menurut perndapat Sondang P. Siagian, Administrasi adalah segala bentuk dari proses kerjasama antara dua individu atau lebih atas dasar rasionalitas terpilih untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.

d.      Ulbert

Menurut pendapat Ulbert, dalam artian luas asti Administrasi adalah penyusunan dan pencatatan data/informasi secara sistematis, baik internal maupun eksternal sebagai upaya untuk menyediakan keterangan serta memudahkan untuk mendapatkannya kembal, baik itu sebagaian ataupun seluruhnya.

2.       Ciri-ciri Administrasi

a.       Terdapat sekelompok orang

b.      Terdapat bentuk kerjasama dari sekelompok orang

c.       Terdapat tujuan yang akan dicapai

d.      Terdapat proses kegiatan usaha

e.      Terdapat aspek kepemimpinan, bimbingan juga pengawasan.

3.       Fungsi Administarsi

a.       Melengkapi dan menyediakan serta mengelola berbagai buku administrasi perusahaan dengan baik dan juga teratur.

b.      Mencatat berbagai alat perlengkapan dari perusahaan dan juga berbagai kegiatan usaha ke dalam buku administarsi.

c.       Mengerjakan berbagai buku administrasi dari perusahaan sesuai dengan berbagai bentuk peraturan dan ketentuan yan berlaku.

d.      Memelihara berbagai buku administrasi perusahaan dengan baik dan benar.

4.       Maksud dan Tujuan Administrasi Usaha

a.       Memoni berbagai kegiatan dan mengendalikan usaha.

b.      Melakukan evaluasi kegiatan usaha.

c.       Menyusun berbagai program pengembangan usaha.

d.      Menunjukan adanya bukti kegiatan dari usaha yang dijalankan.

5.       Pengaturan dan Pelaksanaan Administrasi Usaha

a.       Pengaturan catatan dan dokumen para konsumen atau pelanggan atau pembeli.

b.      Pengaturan catatan dan dokumen personalia perusahaan.

c.       Pengaturan dan pengarsipan dokumen-dokumen perusahaan.

d.      Pengaturan catatan dan dokumen transaksi usaha.

6.       Ruang Lingkup Administrasi

a.       Menghimpun

b.      Mencatat

c.       Mengelola

d.      Mengirim

e.      Menyimpan

 

7.       Aspek Administrasi dalam Pengelolaan Usaha

a.       Perizinan Usaha

b.      Surat – menyurat

c.       Pencatatan transaksi barang/jasa

d.      Pencatatan transaksi

e.      Pajak

 

B.      Manajemen Dokumen Usaha

Kata dokumen berasal dari bahasa Inggris dan Belanda, yang berupa dokumen. Pengertian Dokumen menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, adalah sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat dipergunakan sebagai bukti atau keterangan.

1.       Pengelolaan Dokumen Usaha

a.       Warkat Biasa

b.      Dokumen yang tidak Penting

c.       Dokumen Penting (important)

d.      Dokumen atau warkat sangat penting (vital)

2.       Jenis Sistem/Penataan Dokumen Usaha

a.       Penataan dokumen dengan sistem nomor

b.      Penataan dokumen dengan sistem subjek/pokok soal/pokok masalah

c.       Penataan dokumen dengan sistem abjad

d.      Penataan dokumen dengan sistem tanggal/kronologis

e.      Penataan dokumen dengan sistem wilayah

3.       Tata Cara Pengeloalaan Dokumen/ Surat

a.       Prosedur penanganan surat

b.      Prosedur penanganan surat keluar

 

 

 

 

BAB IV

ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER DAYA USAHA 

A.    Pengeleloaan Sumber Daya Usaha

1.      Pengeleloaaan Sumber Daya Usaha dan Manajemen

Manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang berasal dari pimpinan yang harus dilakukan dengan menggunakan cara-cara pemikiran yang ilmiah ataupun praktis yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan melalui kerja sama orang-orang lain sebagai sumber tenaga kerja, serta memanfaatkan berbagai sumber-sumber lainnya dan juga waktu yang tersedia dengan cara yang tepat

2.      Unsur-unsur dalam Manajemen Smber Daya Usaha

Manajemen merupakan suatu bentuk koordinasi seluruh sumber daya melalui                 berbagai proses perencanaan, pengergonisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan, dan juga suatu pengawasan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

a.      Man(manusia)

Manusia adalah orang yang melakukan dan menggerakan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan dari organisasi atau perusahaan, termasuk dalam mendayagunakan sumber daya lainnya.

Man merujuk pada sunber daya manusia yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi.Manajemen timbul karena adanya orang yang bekerja sama untuk                                             mecapai suatu tujuan.

b.      Money

Uang merupakan salah satu unsur yang penting dalam mencapai tujuan disamping manusia yang menjadi unsur penting dan faktor-faktor.

c.       Machines(mesin)

Pada dasarnya dalam setiap kegiatan usaha, mesin memiliki peran sebgai alat pembantu kerja. Mesin mampu meringankan dan juga mempermudah dalam melaksanakan pekerjaan.Pada dasarnya mesin dibuat untuk memebantu dan juga mempermudah manusia dalam mencapai tujuan dari hidupnya.

d.      Methods(metod)

Metode merupakan cara perggerakan dan juga pengawasan adalah suatu unsur yang ada dalam pengeleloan sumber daya. Cara kerja yang baik akan mampu mempelancar dan mempermudahkan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.

E. Materi(bahan)

 Pada dasarnya manusia tanpa material atau bahan tidaka akan mampu mencapai tujuan yang dikehendakinya,sehingga dengan unsur meteial dalam manajemen tidak dapat diabaikan.

            F. Market(pasar)

            Pada dasarnya bagi suatu perusahaan pemasaran, produk yang dihasilakan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan proses produksi dari perusahaan tersebut. Dengankata lain pasar merupakan suatu bagian yang penting untuk dikuasai demi kelangsungan proses kegiatan suatu industri atau perusahaan.

B.     Manajemen Sumber Daya Bisnis Ritel

1.      Sumber Daya dalam Bisnis Ritel

Mananjemen sumber daya alam bisnis ritel merupakan suatu upaya untuk melakukan pengelolaan smber daya manusia ritel dan hubungannya dengan pelanggan dan kultur mengenai ritel hingga menjadi kompetitif yang mendukung. Terdapat ciri-ciri yang dijadikan pembeda yaitu sebgai berikut

a.       Jam kerja karyawan berbeda dengan perusahaan pada umumnya

b.      Penekanan terhadap kontrol biaya

c.       Perubahan demografi pekerja

Pada dasarnya dalam pelaksanaan dan pengelolaan sumber daya manusia memerlukan perencanaan yang matang. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa karakter yang harus dimiliki oleh karyawan atau pelaku dalam bisnis ritel yaitu sebagai berikut :

a.       Memiliki keterampilan analisis

b.      Memiliki kreatifitas

c.       Mampu mengambil keputusan

d.      Fleksibel

e.       Inisiatif

f.       Leadership

g.      Mampu mengoeganisasikan pekerjaan

h.      Spekulasi

2.      Tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia Bisnis Ritel

a.       Rekruitmen

b.      Orientasi

c.       Pelatihan

d.      Penempatan

e.       Pemberdayaan

f.       Contimous improvement

3.      Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencaan Sumber Daya Manusia merupakan proses menentukan kebutuhan sumber daya  manusia dalam organisasi dan menjamin organisasi memiki jumlah dan kualitas karyawan sesuai yang dibutuhkan pada saat yang tepat (right people in the time).

4.      Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bisnis Retail

Guna mencapai keberhasilan bisnis, suatu usaha yang memanfaatkan retail, maka harus menerapkan pengembangan sumber daya manusia dibidang bisnis retail. Hal ini untuk mencapai tujuan dalam mewujudkan smber daya manusia yang berkualitas dengan segala kemampuan yang dimiliki.

5.      Manajemen Persediaan Barang dalam Bisnis Ritel

Invertory management atau manajemen persediaan adalah suatu hal penting dan jua harus diperhatikan dalam dunia usaha, khususnya dalam usaha dibidang ritel.

6.      Manajemen Pemasaran Bisnis Ritel

Menurut pendapatan dari Zeithaml and Bitner (2003), kualitas pelayanan menceminkan suatu evaluasi persepsi konsumen mengenai elemen-elemen jasa (kualitas lingkungan, kualitas interaksi dan juga kualitas dari hasil), kemudian elemen jasa akan dievaluasi dengan didasarkan pada dimensi kualitas pelayanan yang bersifat spesifik yang meliputi daya tangkap, keandalan, jaminan, kemudian dalam melakukan hubungan dan juga bukti langsung.

 Terhadap hal-hal yang pending yang harus diperhatikan dalam bisnis ritel untuk mengembangkan keunggulan persaingan dalam pemasaran yaitu, sebagai berikut :

a.       Loyalitas konsumen

b.      Program loyalitas

c.       Lokasi

7.      Manfaat Perencanaan Sumber Daya Manusia

a.       Sebagai dasar pengadaan karyawan yang ekonomis

b.      Mengembangkan informasi dasar manajemen sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan perusahaan lainnya.

c.       Mengkoordinasikan berbagai kegiatan. Misalkan penarikan karyawan dengan proses seleksi 

8.      Tahap Analisis Pekerjaan

a.       Mempelajari organisasi

b.      Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis

c.       Membuat koesioner analisis pekerjaan

d.      Mengumpulkan informasi analisis pekerjaan

9.      Fungsi Penarikan dan Seleksi Karyawan

a.       Dari dalam organisasi

b.      Dari luar organisasi

10.  Fungsi Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan SDM merupakan suatu aktivitas untuk mendidik karyawan tentang bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan.

11.  Manfaat Pelatihan dan Pengembangkan Sumber Daya Manusia

a.       Bagi karyawan

b.      Bagi perusahaan

12.  Fungsi Evaluasi Kerja

a.       Manfaat penilian kerja

b.      Fungsi pemberian kompensasi penghargaan

13.  Konteks Hukum dan Tantangan Baru Sumber Daya Manusia

Beberapa konteks hukum dalam manajemen sumber daya manusia antara lain sebagai berikut :

a.       Kesetaraan kesempatan kerja bermakna bahwa penempatan tenaga kerja tidak boleh dilakukan dengan disriminasi.

b.      Keamanan dan kesehatan karyawan di Indonesia, hak-hak sosial karyawan diatur dalam Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Undang-undang ini mengatur mengenai segala hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan mulai dari upah kerja,jam kerja, hak maternal, cuti sampai dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

14.  Serikat Buruh dan Collective Bargaining

Pengertian serikat buruh merujuk pada sekelompok individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang terkait dengan pekerjaan. Proses tawar menawar ini disebut collective bargaining, yaitu proses dimana pekerja/karyawan dan manajemen perusahaan menegosiasikan kondisi kerja yang dihadapi. Adapun taktik yang dapat dipakai oleh serkat pekerja yaitu sebagai berikut :

a.       Pemogokan (strike)

b.      Picketing

c.       Boycott

d.      Slowdown

Beberapa taktik yang dapat digunakan oleh pihak manajemen adalah sebagai berikut :

a.       Lockout

Adalah para pekerja ditolak masuk ke lokasi kerja

b.      Strikebreakers

Adalah cara yang digunakannya pekerja lain secara permanen atau temporer untuk menggantikan pekerja yang mogok.

Selain menggunakan taktik di atas, ada cara yang dipakai dalam rangka akomodasi dengan bantuan pihak ketiga yaitu sebagain berikut :

a.       Mediasi

Adalah metode penyelesaian perselihan tenaga kerja dimana keputusan pihak ketiga yang netral (mediator) bersifat tidak mengikat.

b.      Arbitrasi

Adalah metode penyelesaian persilihan tenaga kerja dimana keputusan pihak ketiga yang netral (arbitrator) bersifat mengikat dan wajib dipatuhi manajemen maupun pekerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

 BAB 1  WISAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN   A. Hakikat dan Karakteristik Kewirausahaan     Wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan dan k...